Begini Cara Mudah Menanam Cabai Secara Hidroponik Untuk Para Pemula

Cabai Hijau Besar Pack 250 gr - Majukan Perekonomian Lokal | TaniHub
source gambar : tanihub.com

Sebagaimana yang sudah kita ketahui, bahwa sebagian besar masyarakat Indonesia itu adalah pecinta makanan-makanan pedas. Itu sebabnya, mengapa cabai dipasaran tidak pernah sepi dari pembeli. Disamping harganya yang relatif terjangkau, ternyata cara menanam cabai pun tidaklah terlalu rumit lho.

Bahkan, cabai ini dapat kita tanam dengan teknik hidroponik. Nah, secara kebetulan juga pada kesempatan kali ini akan memberikan tips simple untuk menanam cabai secara hidroponik bagi pemula. Maka dari itu, simaklah baik-baik ulasannya di bawah ini.

1. Pemilihan Benih yang Tepat

Hal pertama yang harus kamu perhatikan dalam menanam cabai secara hidroponik, yakni pemilihan benih yang tepat. Cara pemilihan benih tersebut terbilang cukup mudah, yang mana kamu hanya tinggal memilih jenisnya saja.

Kemudian belah cabainya, ambil isinya, lalu jemur sampai kering selama 2 hari. Atau, kamu juga dapat membeli benih cabai ke toko-toko tanaman.

2. Menyemai Benih Cabai

Setelah mendapatkan benih yang tepat, maka benih cabai tersebut harus disemai terlebih dulu. Dalam hal ini, tempat persemaian atau pembibitan harus menggunakan tray semai, baki, atau kotak kayu. Bukan hanya itu, semai benih harus menggunakan campuran sekam bakar, cocopeat, dan pasir dengan perbandingan 1:1:1.

Setelah itu, basahi media tanam dengan air secukupnya. Lakukan perawatan dengan cara menyiraminya setiap hari, dan jangan lupa untuk menempatkan benih di bawah paparan sinar matahari.

3. Siapkan Media Tanam Hidroponik

Ada beberapa macam media tanam hidroponik yang dapat kamu pilih, mulai dari system wick, deep water culture, dan polybag. Namun, disarankan bagi kamu untuk menggunakan media tanam hidroponik berupa botol air mineral atau potongan pipa.

Mengenai cara membuatnya, potong botol tersebut secara horizontal, kemudian masukkan campuran cocopeat dan arang sekam ke bagian bibir botol. Setelahnya masukkan air di bagian bawah botol sebanyak 1/3 ukuran bawah botol.

4. Proses Penanaman

Apabila benihnya sudah memiliki empat daun dan akar yang lebat, maka sudah saatnya untuk di pindahkan ke media hidroponik. Tempatkan bibit cabai ke botol, dan pastikan berada di bawah paparan sinar matahari agar bisa tumbuh dengan maksimal.

Saat memindahkan bibit cabai sebaiknya dilakukan di pagi dan sore hari. Pasalnya, bibit cabai apabila dibiarkan teralu lama di siang hari akan menjadi layu.

5. Memberikan Nutrisi

Agar bisa tumbuh dengan sempurna, sebaiknya kamu memberikan produk nutrisi dengan merk ternama. Adapun mengenai takaran pemberian nutrisinya sebanyak 1400 sampai 1800 PPM pada tanaman cabai.

6. Masa Panen

Menurut informasi yang didapat, cabai baru bisa dipanen ketika sudah menginjak usia 60 – 70 hari setelah penanaman. Kendati demikian, waktu paling tepap untuk memanen cabai itu saat cabainya sudah berwarna kemerahan.

Pasalnya, warna merah tersebut menandakan bahwa cabai sudah matang dan siap untuk dipanen. Agar kualitas dan kesegarannya tetap terjaga, sebaiknya kamu melakukan panen cabai di pagi hari.

Nah, itulah beberapa trik mudah untuk menanam cabai secara hidroponik bagi para pemula. Bagaimana, apakah kamu juga tertarik untuk menanam cabai secara hidroponik di rumah?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *